Cara Cepat Belajar Mengaji Al Quran dengan Tajwid

26 August 2019 - Kategori Blog

Ada sebuah metode tepat dalam mempelajari Al Quran, yaitu dengan metode 30 menit belajar mengaji Al Quran dengan tajdwid semudah membaca huruf latin.

Penemu metode belajar mengaji 30 menit ini adalah Ustazd Achmad Farid Hasan. Beliau pernah memaparkan, bahwasanya dengan menggunakan metode belajar mengaji Al Quran dengan tajwid hanya membutuhkan waktu 30 menit, yang dilanjutkan dengan praktek membaca secara langsung.

Tiga Kunci Utama Mengaji Al Quran dengan Tajwid dalam 30 Menit

Ustadz Farid menjelaskan, bahwa terdapat tiga kunci utama untuk dapat belajar mengaji Al Quran dengan tajwid menggunakan metode tersebut.

Pertama, seorang yang memiliki niat belajar mengaji tersebut harus mengenali terlebih dahulu huruf Al Quran yang jumlahnya ada 30 huruf.

Kedua, harus memahami dan menguasai terlebih dahulu tanda baca Al Quran yang jumlahnya ada delapan tanda baca.

Untuk bisa menguasai serta memahami tanda baca itu dibutuhkan kurang lebih hanya 30 menit saja. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik membaca.

Terakhir kunci ketiga, dengan menguasai tajwid yang ada pada ayat Al Quran. Dimana untuk dapat menguasai tajwid perlu dilakukan pelajaran secara continue dengan praktik membaca setiap hari secara konsisten.

Namun untuk dapat menguasai huruf Al Quran tersebut dengan cepat ada beberapa teknik yang bisa diterapkan. Dimana pada praktek pertama dengan melafalkan 30 huruf tersebut dengan nama latinnya.

Misalnya jika huruf alif sama dengan huruf A, kalau dalam bentuk latin disebut hamzah juga A. Kemudian Ain juga A, sehingga bisa dikatakan ada bacaan A tiga buah. Ada lagi dal, dho itu disebut D. Sin, Syin, Sod itu S.

Baca Juga : Cara Membatalkan Donasi Unicef

Karena didalam satu huruf latin terdapat pelafalan huruf Al Quran, maka teknik untuk membedakan masing-masing pelafalan yaitu dengan pemberian ciri-ciri terhadap huruf tersebut. Teknik tersebut merupakan teknik kedua untuk dapat belajar mengaji Al Quran dengan tajwid dengan menguasai 30 huruf terlebih dahulu.

Setelah melewati dua teknik belajar Al Quran tersebut, maka untuk selanjutnya lebih mudah untuk mengajari bagaimana melafalkan huruf tersebut dengan baik dan benar, sesuai tajwid.

Jika seseorang telah mampu mengetahui ciri-ciri huruf, akan membuat kuat ingatanya serta kuat untuk menghafalkan huruf-huruf Al Quran tersebut.

Dengan ciri-ciri itu, seseorang mampu mempelajari Al Quran lebih ringan untuk menghafalkan huruf serta melafalkanya setelah itu.

Metode ini diciptakan oleh Ustadz Farid ada latar belakang dibalik itu semua. Pertama karena selama puluhan tahun umat muslim itu masih ada yang mengalami kesulitan dalam membaca Al Quran. Maka dari itu ditemukan sebuah metode yang tepat mudah serta praktis untuk dipraktekkan orang yang masih awam sekalipun.

Kemudian latar belakang yang kedua yaitu ditemukannya berdasarkan pengalaman pribadi Ustadz Farid dalam mengajar mengaji. Dimana, ia menemukan banyak umat muslim yang bisa membaca Al Quran namun pelafalanya tidak tepat atau tidak sesuai dengan tajwid.

Dari pengalaman tersebut muncullah ide atau inspirasi dalam menggunakan metode cepat belajar mengaji Al Quran dengan Tajwid, tentunya berbeda dengan metode yang pernah ada.

Setelah bertemu dengan metode ini, seseorang mampu belajar mengaji Al Quran lebih mudah dan tidak ada kesulitan berlebihan.

Membaca atau mengaji Al Quran itu godaanya besar, diharapkan setiap orang yang belajar mengaji dapat konsisten dalam mempelajarinya.

Dengan metode ini, diharapkan orang dapat rajin membaca dan belajar bahkan khatam 30 juz, tentunya akan semakin banyak orang mencintai Al Quran dan mencintai isinya.

, ,